logo
CV. WILONA-KW3 REMPAH JAYA | Supplier Rempah-Rempah Nasional, partai besar dan kecil, Silahkan Klik | CV. WILONA-KW3 REMPAH JAYA |

Akibat Sering Bertanya “Kapan Nikah” Sama Jones

Jones (Jomblo Ngenes)
Hai nama Saya Ahmad, saya sudah beberapa kali nulis di blog Desacilembu, mungkin bisa dibilang sebagai penulis tamu. Alasan menulis disini karena disini tidak terlalu formal, adminnya santai, tapi kendati demikian Saya tidak pernah nulis secara asal – asalan. Selain itu karena kalau kalian menulis disini, tulisan kalian akan berkesempatan dibaca oleh banyak orang.
Well, cukup sampai disini saja pembukaannya…
Kalau lihat screen shoot (diatas) yang diambil dari salah satu portal berita, Saya jadi sedikit merasa prihatin, mengapa “Jones” bisa sampai seanarkis itu?.  Hati saya menjadi sedikit risau dan merasa terpanggil untuk beropini membahas kasus diatas. Karena Saya merasa bahwa saya berkompeten untuk menjelaskan atau beropini tentang masalah diatas, karena saya termasuk salah satu jones yang sudah melewati berbagai rintangan serta sudah merasakan kepahitan menjadi jones selama tiga kehidupan… kalau saya di ibaratkan sebagai jenderal, mungkin saya sudah punya 10 bintang, haha

Orang-orang jaman sekarang, mungkin jaman dulu juga, dan memang orang-orang yang hidupnya tidak bahagia itu kadang selalu di sibukan untuk mengurusi dan memperhatikan kehidupan orang lain yang sebenarnya bersifat pribadi serta beresiko untuk membuat orang lain tersinggung perasaanya. Karena memang rata-rata jones di Indonesia memiliki tingkat ketersinggungan yang sangat tinggi, kalau bahasa kerennya anak jaman sekarang disebut “Baperan”

Bagi saya menikah itu adalah sunah rasul
“Barang siapa yang mencintai sunahku, barang siapa menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga “ ( HR. Thabrani dari Anas ibnu Malik)
Tapi yah namanya juga jodoh, ibarat rezeki, tidak bisa dipastikan, sehari bisa dapat 800 ribu, tapi kadang juga tidak dapat sama sekali, misteri dan itu bersifat rahasiah, bahkan makanan yang akan kita suap saja kalau itu bukan rezeki kita bisa terjatuh

Sebenarnya bukan hanya masalah diatas saja yang rentan untuk menimbulkan ketersinggungan terhadap seseorang, bahkan kadang mengajak kepada kebaikan saja sangat rentang untuk membuat orang tersinggung, contoh kecilnya saja seperti mengajak orang untuk shalat berjamaah di mesjid. Sehingga urusan menasehati, ajak mengajak itu ada etikanya, dan harus pada tempatnya. Seperti halnya saat orang tua menasehti anaknya didepan banyak orang, yang bisa membuat dirinya merasa malu, bukan mendengar nasehat dari orang tuanya.
Jadi kasus diatas mohon untuk jangan sampai ditiru atau terulang kembali dikemudian hari, biarkan itu semua menjadi pembelajaran buat kita semua. Tidak usah menghakimi, siapa yang salah, siapa yang benar, biarlah bapak polisi yang mengurusinya. Karena kalian tahu sendiri apa akibatnya jika keseringan nanya kapan nikah sama jones, mending kalau jonesnya jinak, coba kalau anarki seperti kasus diatas, bisa-bisa kelar hidup loe…

Mengapa Kamu Jadi Jones ?
Well, menurut saya semua “Jones” itu memiliki permasalahan yang sama, meskipun kadang mereka punya berbagai macam alasan, “Pengen yang mapan, pengen yang tampan, dan lain – lain” tapi yang jelas, semua masalah mereka itu sama, mereka kudu cari pasangan yang mau sama mereka, sudah itu saja, cari yang mau.
Tapi kalaulah saya boleh beralasan, mengapa bisa jadi jones, saya ingin mengungkapkan alasannya, berikut ini alasannya :
  • Saya itu Pemalu. Entah kenapa saya tidak mewarisi kemudahan dalam gombalisasi dan perilaku agresif, seperti teman-teman saya, yang jumlah mantan pacarnya saja sudah seperti pahala shalat berjamaah. Saya baru sadar ternyata saya ini adalah salah satu mahluk introvert ketika saya berusia 23 tahun, sikap tertutup, suka menyendiri, risih dengan perhatian dan kadang sering bersikap dingin serta terlihat seperti orang acuh padahal aslinya dia juga bisa tertawa lepas dan banyak bicara layaknya orang-orang normal lainnya, tapi yang jelas mungkin gara-gara hal ini membuat saya jadi kesulitan untuk merespon cinta yang sebenarnya sudah ada di depan mata.
  • Saya belum punya rumah. Tinggal sama orang tua, rumahnya juga tidak bagus, dulu sempat mau bangun rumah lagi, tapi kena musibah. Saya pikir rumah itu penting untuk kehidupan berumah tangga, meskipun yah kalian tahu sendiri, memang banyak orang-orang diluar sana yang rumahnya ngontrak tapi mereka bisa hidup dalam cinta dan membangun bahtera rumah tangga yang bahagia. Tapi harap maklum, isi kepala manusia kan beda-beda, jadi pola pikirnya beda-beda. Kalau punya rumah sendiri kan enak, kita jadi merasa lebih eksklusif serta bisa romantis-romantis-an seperti yang ada di film-filem FTV *Korban FTV Detected … XD
  • Saya belum mapan. Kadang Saya berpikir bahwa cinta / wanita adalah sesuatu yang bisa dibeli oleh kemapanan, uang, jabatan, kemewahan atau properti yang mentereng, pikiran itu juga akibat doktrin-doktrin Jones lainnya yang sering meng-generalisasikan setiap wanita, padahal nyatanya diluar sana banyak orang-orang yang hidupnya mapan, punya jabatan, properti yang bagus akhirnya nabrak tiang listrik dan sebentar lagi hidupnya akan berakhir di bui (penjara). Nyatanya kemapanan tidak bisa membuat hidup seseorang tenang, pengen punya mobil saja harus korupsi dulu, pengen rumah yang mewah saja harus habis-habisan nipu orang. Ternyata mapan itu tidak bisa mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan dalam cinta, apalagi kalau tidak mapan ? hahah.... Saya tidak begitu terlalu ingin mengajak anak orang lain bersusah-susah, hidup sebisa mungkin harus bahagia, karir yang cemerlang, punya banyak uang dan dihargai banyak orang, hingga ujung-ujungnya gila hormat haha.... Intinya sih, ambilah harta sebanyak-banyaknya, sampai semapan-mapannya, tapi ingat jangan sampai di masukin ke hati, soalnya harta atau kemapanan itu tempatnya bukan di hati, tapi ditangan, harta jangan sampai ditempatkan dihati, berat… mending di tabung, di sedekahkan kepada orang seperti saya.. haha
  • Alasan keempat saya masih bingung, tapi tidak tahu kalau besok…
Dari keempat alasan diatas, sebenarnya garis besar / penyelesaian masalahnya tetap sama, yaitu cari yang mau, mau mapan atau enggak, mau punya rumah atau enggak, kalau sudah ada yang mau, selesailah perkara…

Tips Untuk Para Jones Biar Gak Baperan. Saya turut perihatin dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh salah satu oknum Jones Anarki, sehingga saya merasa terpanggil untuk memberikan tips supaya kasus diatas tidak terulang kembali, dan berikut ini adalah 3 Tips Untuk Para Jones Biar Gak Baperan
  1. Mengurangi Konsumi Lagu Payung Teduh. Jangan terlalu banyak konsumsi lagu Akad Payung Teduh, Surat Cinta Untuk Sutarman, Asal Kau Sengsara, dan sejenisnya, karena hal tersebut dapat meningkatkan nilai ke baperan kalian, khusunya ketika kalian berada dalam kondisi ketidakmampuan, akhirnya bisa membuat hidup kalian stress dan tidak bahagia.
  2. Perbanyak Istigfar di Depan Kaca. Kadang saya sering ngaca, dan bertanya-tanya kepada diri saya, mungkin ada yang salah dengan saya, mungkin hidungnya kurang mancung, mukanya kurang ganteng dan lain sebagainya, yang jelas perbanyaklah istigfar didepan kaca sehingga bisa menyadarkankan diri kita, mungkin kita ini memang belum pantas untuk mendapatkan cinta, sudahlah urusan rezeki ini jangan terlalu dipikirkan, jalani saja dengan ikhlas, siapa tahu kan nanti kamu bisa saja berjodoh dengan chelsea island. Kalau kata orang sunda “Lalakon mah sok panderi datangna” , maksudnya pemeran utama itu selalu belakangan datangnya, soalnya kan di eksklusif. Itung-itung menghibur dirilah, dari pada kalian bunuh-bunuhin orang. ...hahaha...
  3. Isi sendiri yah, saya sudah cape ngetik tiga lembar,…
Orang-orang yang saat ini merasa bisa memiliki, suatu saat nanti pasti akan ada yang merasa kehilangan karena ditinggal pergi, akhirnya akan bertambah lagi orang-orang yang merasa sepi dan sendiri, hakikatnya orang tersebut akan kembali menjadi sendiri, mereka akan terpisah oleh waktu yang tak’an bisa dihentikan, dan orang-orang yang merasa bisa memiliki dunia ini adalah orang-orang yang tertipu.
Sungguh sangat mengerikan perjalanan seorang Jones
Penulis:
Salahkah Mencintai Seseorang Karena Harta
Enter your email address to get update from DESA CILEMBU.
Print PDF
ARTIKEL TERKAIT : data-matched-content-ui-type="text_card" data-matched-content-rows-num="4" data-matched-content-columns-num="1"
Tulisanmu ingin dibayar? Kirim artikelmu ke: troyalfawaz@gmail.com
CV. WILONA-KW3 REMPAH JAYA | Supplier Rempah-Rempah Nasional, partai besar dan kecil, Silahkan Klik | CV. WILONA-KW3 REMPAH JAYA |
NOTES: Jika Kolom Komentar Nggak Terbuka, Harap Muat Ulang Halaman ini
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2008 - DESA CILEMBU | Privacy Policy | Disclaimer | About | DMCA.com Protection Status | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger