Pelanggaran HAM Berat 1998 Itu Nyata

Pelanggaran HAM Berat 1998 Itu Nyata ~ Tahun 2019 ini adalah tahun politik di mana hampir semua media memberitakan sepak terjang semua calon pejabat negara beserta semua pendukungnya berlomba-lomba mencari dukungan rakyat untuk memilih dan menjadikan mereka menjadi wakil rakyat
Karena pada tanggal 17 April 2019, baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah maupun pusat, anggota Majelis Permusyawaratn Rakyat, dan yang terutama adalah pemilihan Presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan secara serentak yang dilakukan pada hari yang sama dengan lebih dari 190 juta pemilih yang memenuhi syarat akan menentukan arah bangsa di masa yang akan datang.
Sejarah demokrasi Indonesia akan mencatat bahwa pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya pemilu serentak dilaksanakan di Indonesia

Kurang lebih 3 bulan menjelang hari pemilihan umum, yang terutama adalah pemilihan Presiden dan wakil presiden yang diikuti dua kandidat nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin  (Petahana) melawan kandidat nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno telah melakukan debat publik yang ke dua kali dari rencana lima kali debat yang akan dilaksanakan.

Sepak terjang para pendukung dari kedua pasangan calon (paslon) semakin memanas, kedua kubu saling beradu argumentasi jika paslon yang di dukungnya itulah yang terbaik.
Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan simpati dan empati rakyat untuk ikut serta mendukung salah satu dari paslon yang berhadapan, ada yang menggunakan cara yang tetap santun dan elegant ketika mengajak rakyat untuk mendukung, tetapi lebih banyak yang menggunakan cara-cara kasar dan tidak beretika, seperti contohnya menggunakan cara menyebarkan hoax, menjelek-jelekkan lawan serta berbagai trik dan intrik untuk mengelabui rakyat demi mendapatkan dukungan agar paslon yang di dukungnya dapat berkuasa.

Pelanggaran HAM Berat 1998 Itu Nyata
Mamang hanya ingin mengingatkan terutama kepada para pemilih pemula dan yang terlahir antara tahun 1990 - 2010.
Satu hal yang yang perlu Anda ketahui yang lahir diantara tahun tersebut di atas
  1. Jika Anda lahir tahun 1990 an, artinya pada tahun 1998 Anda baru berusia 8 tahun, artinya saat Jakarta terbakar kemudian rezim ORBA di Reformasi, Anda masih planga- plongo ketika membaca atau menonton berita di televisi jika Pak Soeharto lengser.
  2. Yang menjadi pertanyaan Anda waktu berusia 8 tahun, dan ketika itu Anda kebetulan ikut menonton televisi di rumah bahwa pada saat itu hampir seluruh kota besar di tanah air terbakar adalah, kenapa bisa terbakar, dan siapa yang membakarnya?....begitu kira-kira...kan
  3. Sayangnya karena saat itu Anda masih unyu-unyu, bukan jawaban yang Anda dapatkan tetapi Anda di usir oleh orang tuamu untuk pergi main gundu atau main layang-layang bersama teman-temanmu.

Seiring dengan berjalannya waktu, wawasan, cara berpikir, serta intelektual Anda sekarang jauh berbeda dengan ketika Anda pada tahun 1998, pastinya demikian bukan...? Anda banyak membaca, Anda banyak membuka buku serta banyak menyerap pengetahuan dari berbagai sumber media yang pada jaman milenia seperti sekarang ini bertebaran dimana-mana, sehingga pertanyaan Anda pada kedua orang tuamu ketika menonton televisi kemudian Anda diusir untuk bermain saja dengan teman-temanmu, sekarang sudah tidak lagi mati paham pada akhirnya, bahwa KENAPA PADA TAHUN 1998 JAKARTA TERBAKAR DAN ADA MOMENT BERSEJARAH KETIKA ITU BANYAK PARA AKTIFIS HILANG KARENA DI CULIK DAN BEBERAPA MAHASISWA TRISAKTI MENINGGAL KARENA DI TEMBAKI APARAT
  1. Tetapi saya yakin tidak semua orang yang terlahir pada antara tahun 1990 - 2010 ini intelektual serta pola pikirnya akan sama dengan Anda
  2. Oleh karena itu, maka mamang ingin sekedar mengingatkan pada Anda yang masih mati atau gagal paham kenapa pada tahun 1998 Jakarta serta beberapa kota besar terbakar, silahkan Anda cari di google dengan kata kunci kronologi tragedi 98
  3. Setelah Anda Googling dengan kata kunci tersebut, silahkan lanjutkan dengan menyantap sajian dari mamang, bahwa Pelanggaran HAM Berat 1998 Itu Nyata melalui video ini

Video kesaksian dari mantan Danjen Kopassus Jend (Prun) Agum Gumelar dan Mantan wakil Panglima TNI Jend (Purn)Fachrul Razi tentang siapa dalang penculikan para aktifis 1998 tersebut yang di buktikan dengan surat pemecatannya.
Yang pada tahun ini berharap kepada Anda untuk menjadikan dia jadi penguasa di negeri tercinta kita Republik Indonesia.

Semoga setelah Anda menikmati suguhan mamang bahwa Pelanggaran HAM Berat 1998 Itu Nyata Anda menjadi lebih dapat berpikir jernih dan selalu memakai hati nuranimu yang paling dalam agar arah bangsa yang besar ini tetap pada arah yang benar, jujur, bersih, dan selalu bekerja keras.
Perlu di akui bahwa tidak mudah memimpin negeri yang besar dan sangat luas ini, tentu disana-dan disini masih ada dan banyak kekurangan, tetapi arah dan niat untuk terus memperbaiki tetap ada dan optimistis harus selalu di kedepankan.

Sebagai contoh untuk bahan pertimbangan Anda, coba bandingkan dengan yang sepuluh tahun menguasai negeri ini, berapa banyak pembangunan yang telah dilakukannya di Papua, misalnya....
Jadi Apakah Anda rela Negeri yang kaya makmur dan sangat besar ini dipimpin oleh seorang mantan pecatan TNI...apa kata dunia...bray
Gbr.Wikipedia
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. BAGI PENGGUNA MOBILE, KLIK What do you think? atau dimana saja pada halaman disqus JIKA HALAMAN DISQUS TIDAK TERBUKA SEMPURNA .
Buka Komentar
© 2017 DESA CILEMBU - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger