Sholat MARIFAT Adalah

SHOLAT MA’RIFAT
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al ankabut: 45)

Hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.Apabila seseorang sudah melakukan sholat tapi dia masih bisa melakukan kemungkaran ,itu tandanya sholatnya hanya sekedar membaca lafadz saja. Sholat tidak hanya membaca lafadznya saja, tapi dilakukan segenap hati jiwa raga ruh dan sukma agar mencapai syahnya sholat.

Apabila seorang hamba sudah mempunyai modal dan mampu Ber muroQobah [ rasa di awasi oleh Tuhan, Al Qurb [perasaan dekat dengan Tuhan ], Mahabbah [rasa cinta kepada Tuhan ],al syawq [rasa rindu], al uns [rasa berteman ],Musyahadah [ menyaksikan Tuhan dengan mata hati ],dan Al yaqin [rasa yakin]…

niscaya…..

Dalam melakukan segala hal engkau dalam koridor dengan Tuhanmu bercengkrama dan saling bermanja. Semua citarasa ini hanya bisa di pelajari lewat pengalaman tashowwuf dengan sungguh-sungguh.
Macam sholat itu ada 4 perkara
  1. Sholat jamaah: Sholat syari’at [Al Qur’an sunnah] Wudlunya dengan air -lakunya adalah ruku’, sujud, tahiyyat inilah yang dinamakan badan sholat. Segala sesuatunya memakai sarana dan gerak badan. Kalau sudah suci badan dan pakaianmu oleh air wudlu apakah sholat kita sudah sah ..?.. Tentu saja belum sah. Bagaimana dengan hatimu apakah sudah di bersihkan lalu serentak turut sholat? Agar sholatmu itu tegak dan syah maka lakukan sholat dengan segenap jiwa raga dan hatimu ,Jangan lidahmu mengucap usholli tapi hatimu mengembara ke ujung nirwana meng-angan sang rupawan di sana. Sesungguhnya jika engkau ucap usholli engkau sudah pasrahkan dirimu kepada Allah swt.,sudah jatuhkan dirimu ke purba Yang Maha Kuasa.Tapi jika hatimu melanglang, sedangkan bibirmu berucap niat sholat, itu akan menyebabkan kecemburuan dan ghodzob Tuhan. dan tentunya membuat sholatmu tidak sah.Jangan hatimu selingkuh dari selain-NYA jangan mencari penukar selain Allah. Setelah engkau merasakan manis cinta-NYA. Tenggelamkan senantiasa dirimu dalam samudra ma’rifat-NYA
  2. Sholat Khojid : Sholat hati: Maqomnya ada di tarekat [ilmu amal].Wudlunya tidak dengan sarana, lakunya adalah ingat-yaitu sholat hati: Hatinya senantiasa ingat dzikir laa ilaha ilallah ..,segenap diri di mantabkan bahwa tiada ilah selain Allah. Bahwa segala sesuatu adalah ciptaan Allah swt., bahwa rizqi adalah fadzolahnya Allah, kanjeng Nabi adalah Nabi akhir jaman utusan Allah. Ingat bahwa segala sesuatu yang engkau lakukan, sholatmu ibadahmu hanya karena lillahiRabbil alamiin ,lillah billahNya Allah swt., antara sholat dan sembahyang itu tidak sama, serupa tapi tak sama. Kalau sholat itu menyatu dan mengkonsentrasikan diri pada jiwa raga dan hati kita, yaitu uzlah dan kholwat kepada Allah. Kalau sembahyang seperti ada yang menyembah matahari, gunung, patung dll,dijadikan Tuhan oleh mereka dan di sembah. Tuhan kita adalah Tuhan mereka. Tuhan mereka adalah bukan tuhan kita. Apakah hanya dengan sholat badan dan sholat hati lalu sudah sah?..Tentunya belum sah
  3. Sholat waktu: Maqomnya ada di hakikat, wudlunya tidak memakai sarana [badan], lelakunya sobariyyah [kesabaran] yaitu sholat ruh [sirullah] Jika hatimu sudah manjing kepada Allah sampai dirimu BLANK ‘sakar-mabuk Tuhan, kadang di lihat seperti orang gila-,..tapi gila Tuhan. itupun disebut sholat, yaitu uzlah kepada Allah. disaat engkau wiridkan ya Allah ya Qodimm ….ya hayyu ya Qoyyum ..Allahu Akbar …astagfirullahal ‘adziimm sampai kholwat kepada Allah dan jiwa kita sampai lenyap, dan Ruh kita menyatu tapi masih belum berpegang teguh, masih bergantungan belum genap mencapai sahnya sholat.
  4. Sholat da’im: Sholat sukmo Maqomnya di ma’rifatSholat MARIFAT Adalah[hakikat Allah, Hu, Kun, Dzat]Syari’at itu af’al Allah [perbuatan]. Hakikat itu sifat Allah [20 sifat wajib Allah, 20 sifat mustahil Allah dan jaiz. Tarekat itu Asma Allah [ 99 asmaul husna]
  5. Ma’rifat itu Dzat Allah Wudlunya sholat daim itu diam: Lisannya diam dari segala keburukan, kemungkaran, jujur tidak pernah bohong, mulutnya tidak berbicara kecuali yang baik.
Perbedaan antara Ruh dan sukma: Ruh itu nyawa yang manjing dalam jiwa. Dan sukma adalah yang ia bisa mengembara kemana saja sekehendaknya dengan batasan tertentu.Dan ia bisa hadir di mana saja termasuk ke alam mimpi .

Aku adalah yang Menjadikanmu…Maha Pencipta, yang sejati sekabehane alam [Alam Semesta]
Aku adalah Aku..yang bersemayam dalam segala makhluk-Ku

Basyariyahnya adalah kita itu dijadikan dari dzat-NYA sendiri ,diciptakan oleh Allah dijadikan oleh Allah, di tiupkan dari sebagian Ruh-NYA hingga kita di jadikan manusia yang sempurna.

KITA ADALAH CIPTAAN_TUHAN ADALAH PENCIPTA jangan salah peresepsi menganggap diri itu sama dengan Tuhan[wallahu a’lam] Jelas manusia tidak ada apa-apanya, dhoif dan fakir wajib menerima belas kasih dari Allah Jalla jalaluh.

Ibarat kita ini bayangan dalam cermin yang di pancarkan dari cahaya Allah di luar cermin yang nyata, sesunggunya Allah lah yang nyata, dan kita inilah yang Ghoib .Kita ini KOSONG !!!
Laa-ilaha-illallah
LA: tidak ada apapun [kosong]
ILAHA: wahdah al Wujud
ILLALLAH: yaitu Allah swt.
Yaitu Muhammadur Rasulullah–Nur Muhammad Yang ber-tajalli [derajat tertinggi kerohanian manusia],[setelah melewati proses Takhalli: Pembersihan hati dari keduniawian–setelah bersih lalu ber-tahalli: Pengisian yang kosong di ganti dengan amar ma’ruf nahi mungkar di penuhi dengan hal-hal ukhrawiyah Setelah tahap pengosongan dan pengisian, sebagai tahap ketiga adalah Tajalli. Yaitu, tahapan dimana kebahagian sejati telah datang. Ia lenyap dalam wilayah Jalla Jalaluh, Allah subhanahu wata’ala. Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Ia bahagia dalam keridhoan-Nya. Pada tahap ini, para sufi menyebutnya sebagai ma’rifat /insaan Kamil mukamil, orang yang sempurna sebagai manusia luhur. Manunggaling kawuloning Dzat Gusti adanya RASA

Kita sudah membahas tentang ikhwal 4 perkara macam-macam sholat,
  1. sholat badan,
  2. sholat hati
  3. sholat ruh
  4. sholat sukmo, tapi apakah dari genapnya 4 pilar tersebut sudah mencapai syarat syah tidaknya sholat kita …???
Ternyata masih belum saudaraku …,masih harus ada yang mengarahkan agar ruhmu yang sudah manjing itu tidak bergelantungan.
Sekarang, bagaimanakah agar sholat kita menjadi sah ??….
Syariat ibaratnya itu adalah sampan, hakekatnya adalah lautan ,tarekatnya adalah air.  Maka supaya dari ketiga hal ini supaya tidak hanya centang berenang saja, untuk tujuan yaitu ber’ma’rifat kepada Allah, kita harus ada sanad-nahkoda [yaitu Mursyid pembimbing yang menahkodai sampan mu agar tidak terombang ambing di lautan].

Kalau sudah badan sholat, hati sholat, Ruh sholat ,dan yang paling ultimatum–[destiny] adalah berma’rifat kepada Allah. Yaitu dengan sholat da’im–Sholat sinambi lumampah. Menyikapi segala sesuatu itu manjing, muroqobah akal sehat kita secara sempurna menyadari dan menerima menyatu, bahwa yang kita terima mulai dari proses dan berhasilnya adalah fadzolahnya Allah swt.

Jangan malah berprasangka karena kita punya uang sehingga kita bisa beli ini dan itu, itu terbalik kiblatnya menjadi memberhalakan uang. Sehingga menjadikan pekat matamu.[Hubbud dunya dzulmatun].

Seperti kita mau makan mau minum, mau mandi, dll, seluruh prosesnya sampai berhasilnya itu adalah lillah billah-Nya Allah. Kata Allah: Sejatinya dirimu adalah AKU ,..Aku-lah yang Manjing di dirimu .[ilmu] innallaha laghoniyyul alaminn. Sholat bangsa waktu itu ada 5 perkara:
Menyempurnakan diri karena sholat:
  1. Subuh: 2 rakaat: Maqomnya ada di ubun-ubun. Rakaatnya adalah jasad dan sifat. Yang tidak mau sholat seperti tidak mempunyai jasad dan sifat, karena ini adalah diantara kesempurnaan jasad dan ruh kita.Jadi yang tidak sholat subuh tidak punya ruh dan jasad.
  2. Dhuhur: manjingnya ada di otak: Yang tidak mau sholat dhuhur seperti tidak punya otak. Rakaat nya 4 yaitu: Zuhud [syariat], ilmu [hakikat],Nur [tarekat],wujud [ma’rifat] + Sirrul Islam. Yaitu sempurnanya kedua mata dan kedua telingga, yang tidak sholat dhuhur sama saja seperti jasad yang tidak mempunyai mata dan telinga.
  3. Asyar: maqomnya ada di leher :Mani ,madhi, waddi, maningkem. Sempurnanya bahu dan kaki. Manusia itu harus mau belajar pada diri sendiri, siapa yang mengenal dirinya berarti mengenal Allah.Allah itu terdiri dari 4 huruf hija’iyah: Tidak bisa di baca Allah dengan sempurna tanpa salah satu darinya. Lafadz Allah itu menunnjukkan Allahu Ahad [Allah itu suwiji].Dari awal sampai akhir yang di wahyukan melalui malaikat Jibril adalah cahaya Nur Muhammad itu adalah wadah nya samudra ma’rifat dan tauhidnya Allah .Allah adalah bukan Asma Tuhan kita : Melainkan itu adalah sebutan/gelar.
  4. Maghrib: Maqomnya ada di hati: Rakaatnya adalah: Allah, Muhammad, Adam. sempurnanya hidung dan mulut. Semua ini manjingnya di dalam diri. Makanya kalau orang yang tidak mau sholat seperti bukan manusia, tapi seperti hayawan, tidak sedikitpun mempunyai kwalitas ukhrawiyyah, dirinya hanya seonggok jasad yang gelap tanpa sedikitpun ada cahaya, walaupun toh kelakuannya baik, bakti pada orang tua, dermanya hebat, tapi kalau tidak sholat amalnya tetap centang terhembus angin lalu lalang di lanngit tanpa tujuan,menggantung seperti awan tiada destiny nya. Sholat adalah tiang agama. Mana bisa tegak sebuah rumah jika tanpa ada pilarnya.
  5. Isya: maqomnya ada di Ruh. Rakaatnya: Bumi, angin, air api. Sempurnanya kedua susu dan lambung–BUMI: lakune kesabaran: bumi itu di injak, di berlakukan apasaja nurut .dijadikan batu bata, genteng dll.
API: Adalah emosional/dibolak balik dia tidak akan tumpah-krenteg ,apabila api ini masuk kedalam hal positif maka akan menjadikan seseorang itu teguh dalam nahi mungkar [menolak kemungkaran]. Tapi kalau api ini masuk kedalam hal negatif maka amarahlah yang keluar, dan keinginan hal duniawi lainnya mendominasinya.
AIR: yaitu darah: Seseorang yang masih punya darah di tubuhnya pasti masih hidup, tapi kalau sudah mati walau jaraknya 1 menit saja maka darahnya lenyap entah kemana wallahu ‘alam.
ANGIN: Nafas, nufus, tanafas, anfas kita itu mengucap laa ilaha illallah Allahu, bersamaan dengan hembusnya harus di sambungkan kepada Allah, di sholatkan bareng-bareng ma’rifat kepada Allah.
Baca juga: Perbedaan Pengucapan dan penulisan Amin, Aaamin, Amiiin, dan Aaaamiiiin TIGA PERKARA YANG DI DAHULUKAN DALAM SHOLAT :
  1. NIAT: Adanya niat adalah sebelum Usholli: adanya niat itu tanda-tanda masih hidupnya manusia. Sholat adalah tingkah Mahabbah kita kepada Allah, seseorang yang mencinta sebelumnya pasti melewati tahap maniak dulu. Tidak mungkin mencintai sesuatu jika seseorang itu tidak gandrung–terobsesi yang lebih terhadap sesuatu yang di senanginya. Setelah gandrung–mania dulu baru Usholli: ‘fardlo subhi./dhuhri /dll…lillahi ta’ala-karena dengan engkau usholli berarti engkau sudah menyandar kepada mudzofun BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIMM menyentuh asma ‘ menyerahkan diri kepada ilahi sepenuhnya kehidupanmu. Isra’ kan dan mi’rajkan kepada Dzat Allah manjing masuk uzlah ‘’…Allahu Akbar …..Lenyap jiwa –assholatu mi’rojul mu’miniim …insya Allah engkau akan mendapatkan Dzurun Kholah-NYA Allah di arasy Allah di langit tujuh.
  2. USHOLLI: Yaitu sudah melewati niat dan i’tikad
  3. TAKBIR: Jasmaninya suaranya Muhammad
ALLAHU: Asmanya Dzat
AKBAR: Asmanya Sifat
Wallahu a’lam bisshowa
Demikian Sholat MARIFAT semoga berguna
[by Gus iMM Al Jadzabi]
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger