MEMBANGUN DESA DENGAN TERAPKAN TEKNOLOGI 4.0

MEMBANGUN DESA DENGAN TERAPKAN TEKNOLOGI 4.0
Dalam rangka menghadapi dan mengisi revolusi industri 4.0, desa-desa didorong untuk lebih melek teknologi dalam melepaskan diri dari ketertinggalannya. Penguasaan teknologi jadi hal yang penting untuk percepatan peningkatan kualitas SDM di desa dan percepatan pertumbuhan ekonomi di desa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengungkapkan pentingnya kesiapan desa dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Kemendes PDTT memberikan pelatihan SDM di desa melalui Akademi Desa 4.0 dan pengembangan teknologi digital di desa. Desa dalam menghadapi Industri 4.0, keyword-nya yaitu internet of think, yang punya peran untuk mendorong aktivitas kegiatan masyarakat. Saat ini terdapat 9.658 (12%) desa/kelurahan memiliki jasa ekspedisi selain Pos. 77.172 (92%) desa/kelurahan yang sudah dapat dijangkau sinyal telepon seluler/handphone di sebagian besar wilayah desa, dan 70.190 (84%) desa/kelurahan telah dapat dijangkau sinyal internet di sebagian besar wilayah desa, tuturnya saat menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion Pra Munas dan Konbes NU 2019 bertema NU Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia melanjutkan, dana desa juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembangunan dan pemberdayaan desa untuk pengembangan teknologi digital desa sesuai musyawarah. Contoh kegiatannya misalnya pengembangan sistem dan aplikasi digital seperti sistem administrasi keuangan dan aset desa, dan Sistem Informasi Desa (SID). Kedua, pengadaan, pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana informasi dan komunikasi seperti jaringan internet untuk warga, website desa, komputer. Ketiga, pembinaan dan pelatihan, seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan e-commerce, pelatihan pengelolaan website.

Dalam menyikapi hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan kualitas SDM desa yang mampu menyongsong Indonesia 4.0 dan mengurangi permasalahan pelatihan desa, Kemendes PDTT mendirikan Akademi Desa 4.0.

Kita menggagas akademi desa 4.0. Mari keroyok bareng-bareng sama NU juga, untuk mengurangi kesenjangan pengetahuan antara di desa dan di kota. Memberikan pembelajaran kepada mayarakat desa menggunakan teknologi informasi yang sudah masuk desa. Mereka butuh pengetahuan sesuai kebutuhan mereka, kita ingin akademi desa jadi komoditas pembelajaran.
Masyarakat dengan menggunakan handphonenya tinggal klik kebutuhannya apa, misal tentang desa. Ada 30.000 video contoh inovasi desa sebagai bahan pembelajaran. Ini tugas pendamping dan penggiat desa untuk melatih,
terangnya.

Selain itu, dia menjelaskan, misalnya penerapan Smart Farming desa-desa di daerah tertinggal dalam implementasi Internet of Things (IOT) dalam peningkatan produksi hasil pertanian, perikanan, dan peternakan di desa-desa daerah tertinggal, produk yang dikeluarkan untuk meningkatkan produksi antara lain Drone Sprayer untuk pertanian, Water Debut Sensor untuk peningkatan Perikanan, dan Cow Health Belt untuk peternakan.

Bagaimana menggunakan IT untuk respons terutama daerah pertanian saat panen, misal harga jatuh, seperti alpukat mentega di Soe NTT. 1 kilo dihargai 3-4ribu padahal kalau di Jakarta bisa 50ribu/kg. Gap harga terjadi karena marketnya diambil sama tengkulak, makanya itu penting kerja sama dengan toko-toko online, hingga bisa terjual 833 kg dan pendapatan petani meningkat 100persen, ungkapnya. Melihat hal tersebut, Anwar mengungkapkan peluang mengoptimalkan peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi digital menurutnya menjadi penting dan perlu. Karena BUMDes dapat memfasilitasi dan melatih kelompok ekonomi desa, misalnya untuk pemasaran digital dan peningkatan produk seperti packaging sehingga punya daya saing. Selain itu, BUMDes dapat menjadi tempat konsolidasi produk warga yang selanjutnya mendeliver pada market place terkait atau membangun sistem pemasaran digital sendiri. Dengan adanya unit layanan, BUMDes dapat memberikan layanan internet kepada masyarakat sehingga akses kepada pasar digital lebih mudah dijangkau. Industri 4.0 ini menjadi tantangan dan kesempatan ekonomi pedesaan. Desa-desa dengan IT yang sudah masuk akan lebih cepat maju, saya rasa desa-desa akan terlepas dari keteringgalannya, 5tahun kedepan akan selesai jika punya komitmen yang tinggi, pungkasnya optimistis untuk
membangun desa dengan menerapkan teknologi 4.0


www.kemendesa.go.id
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger