Buya Hamka (Saya Qunut dan Maulid Setelah Baca 1000 Kitab)

Buya Hamka, begitulah nama pena seorang yang masyhur berdarah Sumatra Barat. Nama lengkapnya Haji Abdul Malik Karim Amrullah, lahir pada 17 Februari 1908 di Maninjau, Sumatra Barat.
Buya gelar yang disematkan pada pangkal namanya itu merupakan panggilan khas untuk menyebut kiai di Minangkabau.

Beliau mewarisi darah ulama dan pejuang yang kokoh pada pendirian ayahnya yang terkenal sebagai ulama pelopor gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau serta salah satu tokoh utama gerakan pembaruan yang membawa reformasi Islam (kaum muda).
Baca juga:
  1. Ilmu wayang dan falsafah Islam
  2. Berbaringlah dirusuk kananmu
Buya Hamka anak sulung dari Dr Abdul Karim Amrullah dan Shafiyyah. Pada sebuah wawancara, ada seorang wartawan yang bertanya kepada ulama besar Buya Hamka Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu termasuk membaca Qunut dalam sholat subuh namun setelah tua kok berubah?
Dijawab oleh Buya Hamka: Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas dulu saya baru baca satu kitab namun sekarang saya sudah baca seribu kitab....diceritakan oleh KH. Zuhrul Anam mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani beliau mengatakan:

اذازاد نظر الرجل واتسع فكره
قل انكاره على الناس “

Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain
Maka semakin gemar menyalahkan orang lain menunjukkan semakin bodoh dan semakin dangkal ilmunya, semakin tinggi ilmu seseorang maka akan semakin tawadhu (rendah hati), carilah guru yang tidak pernah menyalahkan orang lain dan tidak mudah mengkafirkan siapapun.
Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

Semoga post Buya Hamka (Saya Qunut dan Maulid Setelah Baca 1000 Kitab), mampu menjadikan kita semua berilmu padi
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger