MANFAAT dan SEJARAH HIHID | KIPAS BAMBU

Bagi orang sunda atau yang beberapa lama tinggal di wilayah Jawa Barat pasti paham apa yang dimaksud dengan hihid.
Hihid | KIPAS BAMBU adalah
Kipas angin manual bergagang bambu berbentuk persegi empat yang terbuat dari anyaman bambu. Hihid digunakan untuk memberi efek dingin dengan metoda kerja yang harus dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan udara yang ada disekitarnya, kemudian dengan menggunakan tenaga manusia secara manual dengan mengibas-ngibaskan hihid ke arah benda atau tubuh yang ingin diberi efek angin. Jika digunakan pada tubuh
Efek angin dari gerakan hihid tersebut dapat menjadikan tubuh menjadi nyaman dan tidak kepanasan.

Jika digunakan pada Api
Efek angin dari gerakan hihid tersebut dapat menjadikan api semakin membesar, jika apinya sedang-sedang saja, maka api tersebut bisa digunakan untuk membakar sate kambing.

Jika digunakan pada mo**s (khusus wanita)
Cukup Anda gunakan pada waktu-waktu tertentu saja, dan hanya Anda gunakan ketika Anda hendak mengajak suami untuk melakukan ibadah bersama, misalnya pada malam jumat (shunah Rosulan) atau malam lainnya, atau setiap malam juga boleh ko'.
Cara pakainya
  1. Anda cukup jongkok dihadapan suami
  2. Kipaskan Hihid tersebut diantara kedua betis, lalu
  3. Berteriaklah: "siapa yang mau... siapa yang mau... mumpung masih suam suam kuku"
Maka, dari cara pakai di atas efek yang ditimbulkan....silahkan coba sendiri saja deh...
Catatan
  1. Harganya murah
  2. Tidak perlu di Cast, dan
  3. Tidak memerlukan BBM dari Pertamina
Sejarah Hihid | KIPAS BAMBU
(Tidak ada sejarah dimulai dengan kalimat "KONON"... cuma disini, adanya)

KONON menurut kisah turun temurun, dari kakeknya kakek buyut, mbah kakungnya mbah kakung, pada awal kemunculan hihid berbeda alias tidak sama bentuk serta bahan baku pembuatannya dengan seperti yang sekarang kita kenal.
HIHID | KIPAS BAMBU, pada jaman mbah kakungnya mbah kakung itu adalah nama panggilan dari seorang kakek tua yang tinggal sendirian di gubuk yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuatnya sendiri Letak gubuk sang kakek ini berada pada sebuah bukit di wilayah pegunungan Jawa Barat. Tidak ada satu pun dari warga sekitarnya yang mengenal nama asli dari sang kakek, hanya karena warna kulit sang kakek ini berwarna hideung (hitam bhs. Indonesia), maka warga di sekitarnya kemudian memanggil sang kakek tua ini dengan panggilan AKI HIDEUNG. Kehidupan serta adat istiadat leluhur yang masih sangat di pegang erat oleh seluruh penduduk desa yang sejak jaman dulu, dimana euwuh pakewuh, unggah ungguh dan atau tata kerama pada orang yang lebih tua sangat dijunjung, maka seluruh penduduk desa ketika bertemu dengan sang kakek, tidak ada yang berani memanggilnya dengan panggilan Aki hideung, tetapi dipanggil dengan Hi Hideung (hai hitam, bhs +62) Dan... kebetulan kakek tua ini adalah satu satunya orang yang memiliki dan mampu membuat benda berbentuk persegi empat yang terbuat dari anyaman bambu memiliki gagang bambu juga (seperti yang kita kenal sekarang), karena para warga desa, bahkan si kakek tua sendiri tidak tahu apa nama benda tersebut, maka atas kreatifitas spontan para warga tersebut kemudian memberi nama benda tersebut sesuai dengan nama panggilan si kakek, yaitu Hihid (singkatan dari hai hideung).

Demikian KONON MANFAAT dan SEJARAH HIHID ini, semoga Anda tetap percaya hanya pada Tuhan YME, sebab jika Anda malah percaya pada Mang Lembu, maka Anda telah musrik.
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Template by Basri Matindas .- Proudly powered by Blogger