ANIES BASWEDAN CARI PANGGUNG UNTUK CAPRES 2024

Anies sedang mencari panggung untuk 2024. Sejak PKS bermesraan dengan Nasdem, Anies semakin percaya diri.

Anies sudah mulai berani memancing-mancing perseteruan. Dari mulai menyalahkan Ahok aka.Jokowi akan tidak beresnya sistem anggaran, sampai berani menantang Sri Mulyani. Tujuan akhirnya sudah jelas, playing victim. Rengekan mereka sudah mulai terdengar "Dari 34 Gubernur di Indonesia, hanya Anies yang diserang, mengapa yaa?", itu yang sedang didagangkan Haikal Hasan, corongnya Anies.

Senjatanya adalah sentimen agama. Gubernur yang dipilih dari pilkada terjorok di Jakarta. Pilkada paling sadis, etnis, ayat dan mayat menjadi senjata. Masjid dijadikan tempat kampanye, raka'at sholat jadi alat kampanye.

Bahkan Djarot yang seiman dan seislampun diusir dari masjid ketika sholat Jum'at. Kalau si Cina Ahok tak usah ditanya, tiap hari orang mendoakan supaya mendapat azab. Dulunya Anies ini bukanlah kelompok agamis. Anies adalah seorang pemikir sekular bahkan menjurus liberal. Pemikiran-pemikiran beliau banyak dipengaruhi Alm Nurcholish Madjid, yang sangat menolak politik identitas. Islam Yes Partai Islam No.

Tapi apa dinyana, mungkin karena sakit hati, Anies sukarela "menjilat ludahnya" yang berceceran dimana-mana.
Celaan Anies tahun 2014 kepada Prabowo, dia jilat lagi. Hinaan Anies kepada FPI, dia jilat juga. Bahkan saking joroknya, jumlah rakaat sholat pun dijadikannya alat kampanye. Masih ingatkan kampanye Anies jumlah rakaat sholat witir?

Anies sadar penghianatan moral ini, tapi ia pura-pura bodoh. Anies sedang cari panggung untuk pilpres 2024. Dagangannya disesuaikan dengan kadar kecerdasan pembelinya, militan tapi dongok.
Baca juga:
  1. 2 Penjahat bersaudara
  2. Sepak Terjang Kadrun di Kemendikbud DKI Jakarta
Saya yakin, jika untuk menjadi Presiden harus sungkem kepada HRS maka Anies akan melakukan.
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger