Babi Yang Jumawa

Suatu hari, seekor babi kotor merendam dirinya di kolam. Seekor singa kehausan, datang untuk minum air di kolam itu, tetapi tidak tahan bau busuknya lalu pergi. Babi itu berpikir bahwa singa menyerah karena melihat dirinya. Dengan penuh semangat babi menantangnya berduel. "Mungkin besok," jawab singa dan berbalik dari babi yang bau itu.

Babi memberi tahu orang tuanya bahwa ia menantang singa pengecut. “Apa yang telah kamu lakukan, babi bodoh? Dia pergi bukan karena kamu, tetapi bau busukmu yang membuatnya lari", jelas ayahnya. Kejumawaan babi kotor itu buyar seketika. Ayahnya menyarankan agar ia segera berguling-guling di air kotor agar lebih bau lagi, dan kemudian barulah bertemu singa.
Babi mendengarkan ayahnya. Begitu singa mendekatinya, bau busuk menyebar dan dia pergi karena tidak sanggup menahannya. Ringkasan kisah ringan ini ditulis oleh Alejandro Jodorowsky, penulis senior Perancis dalam "Fabulas Panicas". Penggalan cerita pendek ini dibuat Jodorowsky sebagai sarkasme bagi mereka yang selalu mengajak orang lain untuk berdebat - disimbolkan sebagai babi kotor.
Bertahan mati-matian dalam pendapatnya dan selalu memaksa untuk menjadi pembuat ujaran terakhir, karena banyak orang merasa memenangkan perdebatan jika lawannya tidak lagi memberi bantahan. Padahal lawannya tersebut lebih memilih diam, karena merasa gerah menghadapi kebodohan "sang babi".

Saya pribadi seringkali diajak berdebat soal keyakinan atas tafsir agama maupun politik. Ketika dalil, nalar sehat dan literatur sudah dihantarkan, tapi masih dipaksa untuk bertarung menggunakan urat leher, saya memilih pergi. Karena perdebatan seperti itu pada akhirnya tidak akan melahirkan kebenaran, ia sekedar menciptakan kesombongan.

"Berbeda pendapat dan keyakinan bukanlah permusuhan, tapi ketika hal itu disalahgunakan, diperdebatkan untuk penghakiman benar dan salah, maka permusuhan akan dimulai dari sana", demikian kata Sigmund Freud. Maka, saya selalu menghindari debat apapun yang berkepanjangan dengan para Babi yang Jumawa

@i_bahrawi
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger