Saya Tidak Suka Novel Karena Dia pengkhianat

Kasus Novel Baswedan yang terkatung akhirnya menemukan muaranya. Ini adalah pencapaian Polri dalam menyelesaikan salah satu kasuh yang menarik perhatian publik. Gambaran kinerja aparat penegak hukum di tahun 2019 menjadi semakin menarik untuk disimak.

Kasus Novel yang menjadi perhatian Presiden Jokowi. Kasus high profile yang publik ingin mendapatkan kejelasan.
Untuk mengungkapnya pun bukan perkara mudah. Selain minimnya bukti di lapangan, hal ini juga disebabkan oleh sikap Novel yang terlalu politis yang terjadi pada April 2017.

“Ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh sebab itu, saya enggak ngasih waktu lagi," kata Jokowi usai bertemu Kapolri Jenderal Idham Aziz di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/12/2019). Pengungkapan kasus yang dipenuhi spekulasi tentang motif penyerangan akhirnya menemukan jawabannya.

Para pelaku menyatakan melakukan penyerangan karena perasaan tidak suka mereka kepada sepak terjang Novel Baswedan. Pelampiasan pun dilakukan. Pelaku menyatakan Novel adalah pengkhianat.

Tolong catat ya saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat,” teriak salah satu tersangka ketika menuju mobil tahanan Sabtu (28/12/2019).

Belakangan dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus bahwa salah satu tersangka yang menyebut Novel Baswedan pengkhianat itu adalah RB.
-
"Itu RB," kata Yusri singkat.

Analisis tentang pengkhianatan Novel dari kacamata pelaku seperti dijelaskan oleh Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya.

Karena merasa kesal dan dendam dengan ulah Novel,”kata Neta S Pane Ketua Presidium IPW dalam rilis medianya Sabtu (28/12/2019). Dendam pribadi sebagai anggota Polri tentu terkait dengan korps.

Catatan tentang Novel sungguh spektakuler.
Novel masuk dalam gonjang-ganjing politik setelah berkuasa sepenuhnya di KPK.

Bangunan kekuasaan yang begitu kuat telah mengubah Novel dari seorang anggota Polri berubah menjadi politikus.

Dia pun keluar dari keanggotaan Polri.
Pengakuan Novel terkait motivasiya keluar dari keanggotaan Polri pun sangat mencengangkan.

Novel yang memang sebagai penyidik senior KPK telah berhasil membangun kekuatan di dalam tubuh KPK.
Baca juga:
  1. Siluman anggaran itu ternyata saudaranya
  2. Berdakwahnya anak Rege Jamaika
Dia adalah sosok yang tidak mau di intervensi oleh siapapun,  termasuk oleh pimpinan KPK sendiri.
"Saya bisa melakukan kewajiban dengan optimal dengan tidak terganggu oleh intervensi apapun, " katanya Novel dalam wawancara
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger