PENJELASAN Mudik dan Pulang Kampung itu Beda

JOKOWI: "Mudik dan Pulang Kampung itu Beda"
Dilema luar biasa harus di hadapi bagi Presiden Republik Indonesia ke-8 Bapak ir. Joko Widodo ketika Pandemi Covid-19 menyerang dunia, termasuk Indonesia ketika beliau harus dengan cepat mengambil keputusan-keputusan yang pada setiap keputusannya dihadapkan pada pilihan-pilihan yang buruk, dengan tanpa ada pilihan yang baiknya.
Tetapi, dimana semua keputusan akhir untuk rakyat Indonesia berada di pundaknya, maka Presiden harus tetap mengambil keputusan, meskipun keputusan yang harus diambil tersebut penuh dengan berbagai konsekuensi serta resiko yang buruk dan tidak populis, bahkan mungkin pasti akan sangat merugikan beberapa sektor, memang demikianlah fakta yang terjadi dilapangan.

Sebuah keputusan (sekecil apapun) memang tidak akan mampu memuaskan dan mengakomodir seluruh kepentingan dari semua orang yang ada di dalamnya.

Maka, yakinlah jika seorang yang bernama Jokowi, Presiden Republik Indonesia pasti akan mengambil keputusan yang resiko terburuknya paling kecil bagi rakyatnya.
Tonton videonya, biar otak bego lu ngurangin Pandemi Covid-19 ini memang membuat seluruh umat manusia di bumi (tidak hanya di Indonesia) menjadi berubah. Akibat Pandemi Covid-19 ini, kebebasan kita sebagai manusia menjadi terbatas, kecuali jika Anda ingin tertular dan menularkan virus Covid-19 kepada keluarga tercinta, silahkan Anda tidak mematuhi semua anjuran dan larangan yang telah di berlakukan oleh Pemerintah, dengan tetap:
  1. Keluar Rumah
  2. Tidak sering mencuci tangan, dan mandi
  3. Tidak menggunakan masker saat keluar rumah
  4. Berkumpul dan bergerombol dengan teman
  5. Tidak menjaga jarak
  6. Mendatangi zona merah, tanpa kepentingan
PENJELASAN Mudik dan Pulang Kampung itu Beda
Emang bener seh...Bagi sebagian masyarakat yang saat ini bekerja dan mencari nafkah di kota-kota besar, tentu sudah menjadi kebiasaan dan menjadi suatu kewajiban untuk melakukan acara Pulang Kampung pada setiap bulannya untuk menemui dan memberikan hasil pencarian nafkahnya di kota kepada keluarganya yang tinggal di kampungnya masing-masing, dan atau melakukan acar Mudik setahun sekali saat menjelang (Lebaran)Hari Raya Idul Fitri. Tujuan dari acara Pulang Kampung dan Mudik ini memang hampir sama, hanya waktunya saja yang berbeda.
Saat Pandemi Covid-19 melanda inilah kemudian Pemerintah Pusat meminta, menyarankan bahkan melarang kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan acara Mudik pasca Lebaran tahun ini, hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia tentunya memutus penyebaran virus Covid-19 ini.

Dalam pengertiannya Pulang Kampung dan Mudik itu memang sama artinya yaitu pulang ke kampung, yang membedakannya adalah waktunya saja. Kalau Mudik itu pulang kampung menjelang lebaran, tetapi Pulang Kampung itu bisa di lakukan kapan saja.

Sama dengan istilah Munggahan dengan botram, kalau munggahan adalah makan bersama menjelang bulan puasa, kalau botram acara makan bersamanya bisa di lakukan kapan saja

Sama juga dengan istilah Sarapan dengan Makan. Kalau Sarapan adalah makan yang dilakukan pagi hari, kalau Makan dilakukan bisa siang, malam, tengah malam pun boleh kalau Anda lapar mah.

Jadi, kalau Anda adalah seorang pendukung 02 yang keok dua kali berturut-turut bahkan orang yang di dukung sekarang cuma jadi pembokat (baca: babu nya Presiden gua) dan belum juga bisa move on atas ke-keokannya, dan lalu kemudian Anda sekarang berubah jadi kaum Khila-Fuck dan jadi pembenci Jokowi setengah edan karenanya.....
Pliss deh, Anda kudu piknik yang rada jauh lah yah, supaya isi otak Anda bukan cuma berisi Tai Babi doang....okeh, bray!!
moga-moga setelah Anda pikniknya rada jauhan, Anda rada cerdas...dikit
Sampe sini paham kan?! atas PENJELASAN Mudik dan Pulang Kampung itu Beda...dari gua, Njing?!
....wkwkwkwk
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger