Keluarnya CAHAYA dari Telunjuk Syekh Nawawi Al Bantani

Desa Cilembu ~ Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani atau Syekh Nawawi al-Bantani adalah seorang ulama Indonesia bertaraf Internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Ia bergelar al-Bantani karena berasal dari Banten, Indonesia.
Lahir: 1813, Tanara
Meninggal: 1897, Mekkah, Arab Saudi
Dimakamkan: Jannatul Mualla, Mekkah, Arab Saudi
Pasangan: Hamdanah (m. ?–1897)
Buku: Terjemah Kasyifatus Saja, Sulamul Munajat, lainnya
Anak: Rubi’ah, Zuhrah, Nafisah, Maryam.

Syekh Nawawi al-Bantani tumbuh bersama tujuh saudaranya. Syekh Nawawi sendiri, diketahui masih merupakan satu ikatan generasi dengan raja pertama Kesultanan Banten, yakni Sultan Maulana Hasanuddin, putra salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Gunung Jati.

Keluarnya CAHAYA dari Telunjuk Syekh Nawawi Al Bantani
Dikisahkan:
Ketika itu Syekh Nawawi dalam perjalanan dengan unta yang tanpa penerangan namun disaat itu inspirasi untuk mengarang kitab sedang menguat. Lalu Syekh Nawawi berdoa memohon kepada Allah SWT agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu menerangi jari kanannya yang untuk menulis. Telunjuknyapun mengeluarkan cahaya seperti lampu yang menerangi kegelapan.

Dari kelebihan karomah yang dimilikinya tersebut, "Suatu saat cahaya di telunjuk beliau, akan menjadi penerang kegelapan di Tanah asalnya (Indonesia)" #khabdurrahmanwahid

Syekh Nawawi kecil pergi ke Arab Saudi saat umurnya masih 15 tahun. Di sana, dirinya melakukan ibadah haji dan juga menimba ilmu.

Darah ulama Syekh Nawawi, ternyata diturunkan dari Ayahandanya, yakni Umar Syekh Arabi yang merupakan seorang ulama lokal.

Semakin dewasa, ilmunya yang makin bertambah digunakannya untuk mengajar di Masjidil Haram. Murid-murid yang pernah diajarkannya, namanya juga santer tumbuh menjadi ulama besar di Indonesia.

Di antara murid Syekh Nawawi yakni, KH Hasyim Asyari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Thahir Jamalauddin (Singapura), Abdulkarim Amrullah (Sumatera Barat), Syekhana Chalil (Bangkalan), KH Asyari (Bawean), KH Tb Asnawi (Caringin Banten), KH Ilyas (Kragilan Banten), KH Saleh Darat (Semarang), KH Najihun (Tangerang), KH Abdul Ghaffar (Tirtayasa Serang), KH Tb Bakri (Sempur Purwakarta), KH Dawud (Perak Malaysia) dan sebagainya.

Ketokohannya sebagai ulama, juga terbukti pada karya-karya intelektualnya, yang telah menuliskan sekitar 115 kitab, yang meliputi kitab ilmu fiqih, tauhid, tafsir, tasawuf dan hadis.

Makam Syekh Nawawi Dikabarkan Masih Utuh saat Dibongkar
Di Arab Saudi, terdapat kebijakan untuk membongkar kuburan yang telah berumur lebih dari setahun. Prosesnya yakni, tulang belulang mayat yang terdapat pada kuburan, kemudian disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya.

Hal ini jugalah yang dilakukan pada makam Syekh Nawawi. Kuburannya yang telah genap setahun saat itu, harus dibongkar. Namun, yang mengejutkan pihak yang membongkar makam ulama besar itu adalah, jasad putra daerah Banten itu masih utuh.

Saat kuburan dibongkar, tak ada bekas lecet atau tanda pembusukan pada umumnya. Setelah dilakukan penelusuran mengenai makam yang sebelumnya, tidak diketahui bahwasannya itu adalah makam Syekh Nawawi.
Alhasil membuat pemerintah kota Arab Saudi pada saat itu menerbitkan larangan untuk membongkar makam orang luar biasa tersebut.
Akhirnya makam itu, kini masih berada seperti sediakala di Ma'la Makah
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger