Si ANJING ZULKARNAEN RASIS | Klepon Syndrome

Desa Cilembu ~ Lagi, dan lagi Si ANJING ZULKARNAEN RASIS| Klepon Syndrome bikin ulah lagi dengan melakukan tribalisme. Yang dimaksudkan Tribalisme adalah bagian yang tak terpisahkan dari sejarah manusia. Selalu ada persaingan antara kelompok manusia dengan cara dan wajah yang berbeda, mulai dari terciptanya brutalitas perang hingga kesetiaan yang kuat dalam penguasaan wilayah.

Pada dasarnya faktor apapun yg digiring ke dalam sentimen kesukuan, orang cenderung lebih emosional yang kadang berdampak kepada penggalangan aksi kolektif. Ini adalah prinsip kerja manusia secara genetik yang sangat primitif (pola ini terjadi masif pada zaman prasejarah) dan lebih mengarah pada kohesi sepihak.

Tribalisme adalah celah biologis yang telah lama ditunggangi oleh mereka yg mempunyai kepentingan politik. Mereka memanfaatkan ketakutan, keberanian dan insting primordial kita.

Pola khasnya adalah memberi kelompok manusia lain dengan label yang berbeda. Lalu mengubahnya melalui sebuah konsep; mengolok-ngolok dan mengatakan bahwa mereka berstatus lebih rendah dari kita.

Sentimen Tribalisme dalam politik cenderung dilakukan oleh mereka yg mengalami kecemasan populisme dan keputus-asaan setelah seringkali gagal dalam penguasaan elektoral.

Apa yg dilakukan oleh Tengku Zulkarnaen dengan membangun hasutan disparitas suku Jawa dan Melayu, adalah upayanya untuk menciptakan permusuhan psikologis dengan batas-batas antara "kami" dan "mereka".
Aksi Tengku Zulkarnaen adalah jenis kejahatan politik yang juga telah dilakukan oleh Nazi, Klu Klux Klan, Bellum Sacrum (Perang Agama) dan Dark Ages (Era Kegelapan). Tujuannya hanya ingin menciptakan kelompok virtual agar tercipta kebencian yang kuat untuk kemudian dijadikan alat perlawanan politik. Kejahatan Genosida dan perang sipil, banyak tercipta dari cara ini.

Pola inilah yang menurut psikolog muslim, Arash Javanbakht, sebagai "human beast in action!" - binatang buas yang sedang beraksi!

Manusia yang sedang cemas dan putus asa atas ambisi besarnya, akan mengalami kekacauan cara berpikir. Logikanya melambat dan kekhawatiran datang lebih cepat.

Dalam situasi kalut seperti ini, manusia biasanya akan serampangan: Pertama berbuatlah jahat, kedua baru dipikirkan dampaknya.

Tengku Zulkarnaen kemungkinan mengalami situasi itu.
Saya menyebutnya:"Klepon Syndrome".

Inilah detik-detik si ANJING Zulkarnaen | Klepon Syndrome Rasis

Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain dipermasalahkan netizen. Asbabnya, dalam penggalan video ceramah yang tersebar di twitter itu, Tengku Zulkarnain dinilai melecehkan suku Jawa.

Dia dianggap telah membandingkan suku Jawa dengan suku di Sumatera. Merespon itu, salah satu netizen, bernama Eddy Santry menantang Tengku Zulkarnain untuk adu keris di dalam sarung.

Adu tikam keris di dalam sarung, oleh Suku Bugis disebut Sigajang Laleng Lipa. Tradisi ini untuk menyelesaikan satu masalah yang telah berlarut-larut. Siapa yang selamat maka dia pemenangnya.

Inilah surat tantangannya
“Kepada Yth Sdr @ustadtengkuzul , Untuk membuktikan bahwa Suku Jawa tidak seperti hinaan anda ini, maka saya menantang anda untuk Bertikam Keris dalam 1 Sarung sampai salah satu diantara kita ada yang mati.” Tulis Eddy Santry di akun twitternya.

Dia meminta Tengku Zulkarnain untuk menentukan waktu dan tempatnya. “Kapan waktu dan tempatnya, sebutkan saja.” Katanya.
Baca juga:
  1. Tengku "MUI" GAMBRENG Naen
  2. BABI RIZIEQ TOYIB SIHAB
Eddy juga meminta Tengku Zulkarnain untuk nyatakan permohonan maaf atas video itu. Dia pun berencana mempolisikan Tengku Zulkarnain.

Mari kita tunggu, apa yang akan dilakukan pihak Kepolisian atas ini....Diem seperti biasanya, atau tarik selimut untuk kembali melanjutkan acara molornya. @___armaya
@islah_bahrawi
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger