AGAR KALIAN PAHAM DARI MANA DATANGNYA EKSTRIMISME

Desa Cilembu ~ AGAR KALIAN PAHAM DARI MANA DATANGNYA EKSTRIMIS
Pemikiran "hakimiyah" takfiri dari Sayyid Qutb seperti meniupkan api ke tumpukan sekam. Saleh Sariyah dalam kitabnya Risalah al-Iman, mengajak semua orang untuk mengafirkan pemerintah dimanapun yang tidak menggunakan hukum Islam. Melabelnya sebagai "thoghut" (melawan perintah Allah), menjadikan wilayahnya sebagai "dar harb" (wilayah perang), dan menganggap rakyat yang berdiam di dalamnya adalah kaum jahiliyah yang halal darahnya.

Konsep itu disebarkan melalui organisasi bawah tanah dan diserukan dalam berbagai manifesto. Abu Muhammad al-Maqdisi dan Abu Mus'ab al-Zurqani mengeluarkan banyak buku untuk menularkan pemikiran radikal itu.

Konsep "takfiri" menyebar tak terkendali seiring dengan mundurnya lembaga keilmuan besar, seperti Al-Azhar, Al-Qarawiyin, termasuk juga pesantren yang sejatinya mengajarkan ilmu-ilmu yang lebih otentik (Turats).
Paham Takfiri juga mendompleng gerakan-gerakan yang mengaku sebagai revivalis Islam - menyebar ke seluruh dunia Islam dengan siraman uang dari negara-negara penghasil minyak.
Al-Qaeda, ISIS maupun Taliban, adalah pengusung faham Takfiri yang membangun militansi perlawanan terhadap negara-negara "thoghut" itu tadi.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai alat bentur sosial dan politik antar umat, dengan doktrin; supaya tidak menjadi bagian dari masyarakat jahiliyah, maka rakyat harus memberontak.
Memaksa untuk membangun pemerintahan Islam dan melawan demokrasi yang dianggap konsep kafir - baik dengan cara perang maupun propaganda ideologi secara diam-diam.

Banyak negara mengalami kecamuk akibat benturan pemikiran ini: Suriah, Mesir dan Libya.

Di Afrika ada Somalia, Nigeria dan Republik Afrika Tengah.

Di Asia Selatan ada Afghanistan, Pakistan dan Sri Lanka.

Filipina sedang diterpa oleh gerakan ini yang mengarah kepada separatisme, sebagian juga menyebar di negara kita.

Konsep "takfiri" lalu dimanfaatkan oleh kepentingan ekonomi dan politik global agar terbentuk Islamofobia.
Agama diarahkan jadi mesin perang - bukan lagi juru damai. Semua ini akibat berangkat dari pola pikir yang sama; "yang paling benar hanya saya, yang berbeda adalah kafir ahli neraka".

Dan konsep  Takfiri ini, sudah marak di sekitar kita.
WASPADALAH...
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger