DI TANGAN JOKOWI SAWIT SEPERTI EMAS

Desa Cilembu ~ Ditangan Jokowi Sawit bisa berubah menjadi emas, demikian anekdot yang kerap digulirkan ketika mendapati bahwa negara-negara Uni Eropa yang mengancam Indonesia akan memboikot produksi CPO/Sawit dan Nikel kemudian mengernyitkan dahi ketika Presiden Jokowi justru mengeluarkan Inpres Nomor 6/2019 tentang rencana aksi nasional (RAN) kelapa sawit berkelanjutan
dimana dengan keluarnya Inpres ini merupakan keputusan yang melompati batas ruang dan waktu, sebab dengan berbekal inpres ini kemudian petani Sawit menjadi semakin yakin akan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Petani sawit memang perlu dan utama untuk dikedepankan baik dalam sektor hulu dan hilir, tapi akan sia-sia jika CPO kita tidak laku di pasar internasional karena boikot dan berbagai hal lainnya. Ingat, 70 persen CPO kita masih tujuan ekspor.
Dalam konsep sawit Indonesia, tidak cukup hanya berbenah dari dalam, namun juga harus dikombinasikan antara perbaikan sistem dalam negeri dan politik perdagangan internasional atau melawan kampanye negatif.

Perpaduan tersebut harus saling sinergis, terobosan B30 telah meluluhlantakkan kesombongan asing terhadap sawit Indonesia.

Jika mau jujur sedikit saja, bahwa sejak Indonesia di pimpin oleh seorang tukang mebel yang planga-plongo bernama Joko Widodo, Indonesia is on the right track
oleh sebab itu wajar jika mamang merasa khawatir jika masa jabatannya pada periode ke dua ini berakhir, siapkah yang akan jadi pengganti beliau dan meneruskan cita-cita kita semua untuk menjadikan Indonesia Maju ?
KARENA
Masih banyak sumber daya alam Indonesia perlu ditangani oleh orang yang benar benar tulus dan bersih mengabdi untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat bangsa ini
Jika saja pak Jokowi bisa diberi kesempatan satu periode lagi saya yakin kemakmuran rakyat sudah bisa dinikmati.

Lihat sekarang begitu tersentak Jepang dan Eropa melihat Indonesia begitu cepat merubah komoditas kelapa sawit menjadi 100% Bahan Bakar Nabati dengan nama Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100)
Setelah produksi Sawit dipermainkan Uni Eropa Pak Jokowi tidak mundur untuk memperjuangkan kelapa sawit menjadi sangat bernilai seperti Emas

Setelah Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Institut Teknologi Bandung (TRKK-ITB) berhasil menemukan teknologi terbarunya untuk mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar non-fosil (nabati) dengan katalis, ternyata membuat gempar di beberapa negara di Asia dan Eropa.

jika industri ini dikembangkan harga sawit rakyat juga dapat meningkat karena bisa diserap untuk sektor energi inilah harapan pak Jokowi memakmurkan petani sawit
BACA JUGA:
  1. Awas bahaya Laten yang datang dari kampus-kampus
  2. Islam tokai
  3. Sisi Lain dari seorang JOKOWI
Begitu banyak Sumber daya alam Indonesia.yang bisa membuat dunia tercengang jika Indonesia dipimpin presiden seperti pak Jokowi yang mampu memberikan peluang putra putri Indonesia untuk berinovasi

Dasar-dasar untuk menjadikan Indonesia Maju telah di letakkan oleh seorang Jokowi, tinggal apakah generasi penerus negeri ini mau melanjutkan dan mewujudkannya, atau hanya akan terus terkungkung pada oligargi kekuasaan semu yang mengatas namakan Agama, yang jelas-jelas hanya dijadikan topeng semata, dapat dilihat beberapa contoh negara-negara di Timur Tengah yang kini hancur luluh lantak karena peperangan yang entah apa yang diperebutkan, kecuali hanya ingin menegakkan Agama yang sesungguhnya telah tegak sebelum para oknum tersebut lahir, akibat terlena akan bujuk rayu para oknum yang menggunakan agama sebagai alat untuk berkuasa tersebut, maka hasil akhirnya hanya membawa rakyat menuju kesengsaraan dan penderitaan panjang tanpa tahu kapan semuanya akan berakhir.
Dan saat ini Indonesia sedang mendapat giliran di obok-obok oleh para penganut paham khilafah, HTI yang di tunggangi oleh gengster FPI dan kaum Monaslimin 212.
.
WASPADALAH!!
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger