Video Sejarah MONYET di PLANGON CIREBON

Desa Cilembu ~ Video Sejarah MONYET di PLANGON CIREBON
Plangon adalah sebuah tempat ziarah kubur dimana diatas bukit tertinggi dari hutan Plangon ini terdapat makam PANGERAN PANJUNAN dan PANGERAN KEJAKSAN, dimana beliau-beliau adalah para penyebar Islam didaerah Cirebon dan sekitarnya, karena jasanya yang besar itu, kedua tokoh yang juga kerabat dari keluarga Sunan Gunungjati ini begitu dihormati oleh para penduduk yang bermukim di sekitar Plangon, sampai kini pun makam keduanya sering diziarahi oleh ribuan pengunjung, terutama di waktu satu hari setelah lebaran.
Selain dari sebagai tempat wisata ziarah, Bukit Plangon juga merupakan tempat wisata alam dimana di dalam hutan Plangon ini dihuni oleh ribuan monyet/kera/monkey dan atau (orang Cirebon menyebutnya kete'k).

Hutan Plangon ini berada di desa Babakan kabupaten Cirebon, letaknya berada di lokasi yang berbukit bukit, terletak diantara jalan raya Sumber, Cirebon - Mandirancan, Kuningan.
Kontur jalan yang menurun, menanjak dan berkelok kelok, mengharuskan para kendaraan harus ekstra hati-hati. Plangon merupakan salah satu destinasi wisata ziarah yang sekaligus sebagai tempat wisata alam di kabupaten Cirebon ini merupakan tujuan favorit wisatawan domestik, selain dekat dengan pusat kota tiket masuk wisata plangon ini sangat murah hanya Rp10000 untuka dewasa dan Rp5000 untuk anak-anak. Untuk menuju ke lokasi ziarah kubur yang letaknya berada di ketinggian, Anda harus meniti beratus ratus anak tangga yang terbuat dari semen, Anda juga harus membekali dengan beberapa bungkus kacang untuk diberikan kepada monyet atau dalam bahasa lokal Cirebon disebut Kete'k ini, karena sepanjang perjalanan Anda akan diikuti oleh ratusan monyet tersebut.
Justru karena terdapat ratusan bahkan ribuan monyet-monyet inilah yang kemudian menjadikan Plangon menjadi tujuan favorit keluarga.

Sejarah MONYET di PLANGON CIREBON
Di hutan Plangon,banyak sekali kawanan monyet,dan ini mungkin daya tarik tersendiri bagi objek wisata yang berukuran luas sekitar 48 hektar ini, ketika pengunjung tiba dilahan parkir, Anda akan di sambut oleh puluhan bahkan ratusan monyet penghuni hutan Plangon ini, mereka seolah-olah tengah menyambut kedatangan Anda sekeluarga di rumah tempat tinggal mereka, ketika itulah Anda sebagai tamunya para monyet tersebut harus membagikan sebagian rejeki Anda beruba kacang-kacangan kepada mereka.

Menurut kuncen yang mamang temui di tempat yang sekaligus jadi obyek wisata ini, terdapat ribuan ekor kera tersebar di berbagai lokasi. Saking banyaknya dan terdorong naluri mempertahankan diri, kera-kera itu menghimpun diri dalam beberapa kelompok. Menurut pandangan awam, kera-kera itu satwa biasa. Tapi menurut kacamata paranormal dan ‘orang pintar’, satwa berekor panjang ini sebagian terdiri siluman.

Dari cerita turun-temurun, monyet-monyet ini berasal dari peliharaan Pangeran Kejaksaan. Ketika pangeran ini meninggal, kera-kera itu masih menetap di Kanoman Plangon, kemudian beranak pinak mencapai ribuan.
Apabila kita mulai menginjakkan kaki di kompleks Kramat, langsung akan disambut para ‘monyet’ ini. Agar mereka jadi sahabat, berilah mereka oleh-oleh beberapa biji kacang rebus atau kacang goreng yang banyak dijual di tempat tersebut. Karena memang sudah terbiasa, para monyet tersebut tak risih lagi berdekatan dengan manusia. Kalau pun ada yang hanya duduk-duduk, mereka selalu memandangi kita seolah-olah ingin menyapa atau mengajak bicara.

Komunitas kera ini dibagi menjadi 3 Kelompok besar. Menetap di kompleks bagian barat, tengah dan timur. Masing-masing anggota kelompok tahu diri dengan tidak merambah daerah tetangganya. Plangon tak bedanya dengan ‘Keraton Kera’. Seperti umumnya kerajaan, kera-kera itu juga punya raja. Raja mereka berpostur tinggi besar dibanding rata-rata monyet. Sehari-hari hanya ongkang-ongkang di atas pucuk pohon jambu mengawasi rakyatnya. Jurukunci makam menamai raja kera itu dengan Werman. Sedang dua panglima-nya dinamai Dorji dan Acing.

Tonton Video Sejarah MONYET di PLANGON CIREBON
Meski kera, ternyata mereka punya ‘konstitusi’. Namanya juga kera, setiap tahun jabatan raja diperebutkan melalui duel keroyokan tanpa aturan. Mereka yang bisa mendominasi dan memenangkan cakar-cakaran, otomatis menjadi raja. Pertanyaan dalam fit and propper test-nya barangkali justru begini : “Apakah sudah pernah mengalahkan kera lain dengan cara menjual agama dan jika ada orang Islam yang mendukung Ahok, maka ketika meninggal mayatnya dilarang di mandikan?” Kalau sudah pernah melakukan berbagai cara bahkan pernah menjual agama demi jabatan, berarti calon raja monyet tersebut bakalan di angkat jadi gubernur Jakarta, tapi jika bakal calon tersebut merupakan monyet yang baik dan jujur, maka monyet tersebut tidak akan di angkat jadi penguasa hutan Plangon ini....sungguh mirip fit and propertestnya dengan di dunia manusia.....hadeuh

Selama perebutan kekuasaan, Werman selalu keluar sebagai pemenang. Hingga sekarang, dia masih berkuasa. Soal istri, Werman tak perlu susah-susah mencari. Kapan dan di mana saja, dia bisa memilih sendiri. Maka di ‘Keraton Kera’ Plangon, tidak ada istilah permaisuri. Atas kesaktian dan kekebalan Werman dari gigitan para musuhnya, karena dia memang paling doyan menjual-jual agama dan selalu berlindung atas nama Agama dan TAKEaBeer, sehingga wan Werman ini dianggap bukan sembarang ‘monyet’. Werman telah dianggap sebagai kera siluman atau siluman kera. Anggapan itu setidaknya diberikan Kang Bani, paranormal desa Sumber, yang tinggal tak jauh dari Babakan. “Sebagian dari kera-kera itu adalah siluman. Berasal dari monyet jadi-jadian pesugihan, termasuk Werman, Dorji dan Acing,” jelas Kang Bani. Karena kekuatannya, Werman amat disegani warga kera, bahkan manusia pengganggu ‘keraton’-nya akan dilabrak habis-habisan.
“Pernah suatu kali ada warga mengambil seekor anak monyet. Karena ketahuan anggota ‘biro intelijen’ kera, Werman dan dua panglimanya langsung turun tangan sendiri menuntaskan masalah. Orang itu dikeroyok hingga luka berat. Beberapa hari dirawat di salah satu rumah sakit di Cirebon, akhirnya tewas,” kata Kang Bani.
Pernah juga ada warga Bandung bisa lolos membawa seekor anak monyet. Tapi beberapa hari kemudian balita kera itu dikembalikan ke Kramat Kanoman Plangon. Pasalnya, tiba-tiba seluruh anggota keluarganya menderita sakit. Percaya atau tidak, monyet-monyet/kera-kera/monkey-monkey dan atau kete'k-kete'k dan atau juga para wan-wan abud itu ternyata punya kekuatan mistik dan sakti mandraguna maratanlangit.

Demikian Video Sejarah MONYET di PLANGON CIREBON, semoga kalian ngga akan pernah jadi raja monyet yang doyan jual agama dan berlindung atas nama Agama dan TAKEaBeer 🍻🍺
... Aaamiiiin
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger