SEJARAH IKAN DEWA di CIBULAN

Desa Cilembu ~ SEJARAH IKAN DEWA di CIBULAN
Ikan dewa. Begitu orang-orang menyebut ikan-ikan yang disakralkan di Cibulan, tepatnya di Obyek Wisata Cibulan.
Sebutan ikan dewa itu rupanya disematkan bukan tanpa alasan.
Oleh masyarakat sekitar, ikan ini dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Prabu Siliwangi atau Raja Pajajaran.
Saat menginjakkan kaki di obyek wisata itu, suara gemercik air langsung terdengar.
Suara gemercik air itu bersumber dari aliran air yang mengalir ke sebuah kolam.
Ada tiga kolam di obyek wisata tersebut.
Ketiga kolam itu airnya nampak jernih sehingga dasar kolamnya pun terlihat.
Kedalaman tiga kolam berbeda, mulai dari 1,5 meter, dua meter, dan 2,8 meter.
Ikan dewa nampak berenang-renang di dua kolam yang berdekatan, kolam itu berukuran sekitar 30X30 meter.
Jumlahnya tak sedikit. Ada sekitar puluhan ikan dewa di sana.
Airnya jernih. Batu dasar kolam terlihat. Ikan dewa itu berenang secara berkelompok.
Meski ikan-ikan disakralkan karena bentuk dan keberadaan mereka yang langka, wisatawan boleh berenang dengan ikan ini di kolam itu. Wisatawan bisa berenang lantaran ikan ini jinak, tak menyerang manusia.
Ikan ini umumnya memiliki panjang sekitar 60 centimeter, besar, dan berwarna gelap.
Kepalanya mirip ikan mas tetapi postur panjangnya mirip ikan arwana.
Di beberapa bagian tubuhnya, ikan ini memiliki sisik besar.
ikan dewa itu memang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi.
Sejumlah prajurit Prabu Siliwangi, di lokasi itu, dipercaya ada yang menjelma jadi harimau, ada yang jadi ikan.
"Kalau yang di darat, dipercaya jadi harimau, kalau yang di air, dipercaya jadi ikan,"
warga sekitar biasa menyebut ikan itu sebagai ikan kancra bodas.
Ikan kancra bodas ini, sulit ditemukan di tempat lain.
Bahkan beberapa kali gagal dibudidayakan di luar tempat habitat asalnya.
Ikan ini dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Dulunya, kolam itu layaknya kolam alam alami pada umumnya. Akhirnya, di tahun 1939, orang Belanda membangun kolam tersebut.
"Jadi kolam ini dulunya sudah ada. Akhirnya dibangun dan dikelola sama orang Belanda. Ini bangunan kolamnya masih peninggalan Belanda," kata dia.
Ikan dewa ini, juga dipercaya bisa membawa keburuntungan.
Keberuntungan bisa didapatkan oleh wisatawan jika dia secara tak sengaja disentuh oleh bagian mulut ikan tersebut. "Jadi ada kepercayaan, katanya kalau ikannya tiba-tiba cium bagian tubuh, maka kita akan beruntung,".
"Jadi ada kepercayaan, katanya kalau ikannya tiba-tiba cium bagian tubuh, maka kita akan beruntung,".
Uniknya, di obyek wisata ini, wisatawan tak hanya bisa berenang bersama ikan saja.
Rupanya, wisatawan juga bisa berfoto sambil dicium ikan tersebut.
"Kalau mau dicium ikan tersebut sambil difoto, nanti ada pawangnya. Bayarnya seikhlasnya," kata Teguh.
Untuk diketahui, sejak tahun 2010, obyek wisata Cibulan terus direnovasi.
Alhasil, saat ini wisatawan juga bisa menikmati ragam wahana lain.
Ragam wahana lain itu misalnya adalah ember tumpah, angsa gowes, flying fox, hingga spot foto.
Nah, bagi Anda yang hendak berkunjung ke Cibulan ini, tak usah khawatir soal akses jalannya.
Pasalnya, aksesnya tidak jauh dari jalan utama di Kuningan.
Dari Cirebon, obyek wisaya ini bisa ditempuh hanya dengan waktu 90 menit sementara dari Kuningan kota bisa ditempuh dalam waktu 45 menit saja.
"Tiketnya Rp 20 ribu kalau akhir pekan. Bukanya dari pukul 08.00-17.00 WIB
Demikian Sejarah Ikan Dewa yang merupakan Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi ini, kononnya...semoga bermanfaat
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger