Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat Atas Rasulullah

DESA CILEMBU ~ Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat Atas Rasulullah

Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik", Martin Lings menulis tebal dalam cetak miring: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah atasnya dan ucapkanlah keselamatan atasnya." Lings mengutip kalimat dari Al-Qur'an Surat Al-Ahzab 56, dan mencantumkannya sebagai kalimat penutup - tentu bukanlah tanpa maksud. Ia ingin mempertegas bahwa tidak ada "matahari kembar" dalam Islam selain Rasulullah.

Kalimat ini tidaklah sesederhana tulisannya, ada anjuran kepada umat Islam untuk selalu mendoakan Nabi Muhammad agar diberi perlindungan.

Nabi yang menjadi tuntunan umat Islam itu telah wafat hampir 15 abad lalu, kurir Tuhan kepada manusia yang sekarang telah berada di akhirat, tapi kita masih juga digugah untuk mendo'akannya keselamatan. Apa maknanya? W. Montgomery Watt dalam "Muhammad: Prophet and Statesman" mempertegas makna itu, bahwa Tuhan menginginkan agar umat Muhammad selalu "menghidupkan" utusan Tuhan itu dalam cinta - rasa yg tak boleh putus dan harus selalu tumbuh. Mengapa? Jika mencintai Nabinya dengan cinta, maka kecintaan kepada Islam akan terus terjaga.

Cinta adalah kesejukan dan kedamaian sesuai dengan tuntunannya.

Nabi tak pernah memaki, bahkan tidak membenci pembencinya, ia merangkul manusia tanpa melihat agamanya apa.

Ia hanya memerangi mereka yg memerangi Tuhannya, bukan yg memusuhi pribadinya. Nabi menempatkan cinta sebagai bangunan kemanusiaan

Pribadinya dipersekusi, dihina dan disakiti, tapi selalu melawannya dengan doa - karena do'a adalah bahasa cinta.

Baca juga:
  1. Marsekal Madya Omar Dhani
  2. Apa salah Jokowi pada Islam
Jadi, mereka yg menghalangi kecintaan umat Islam kepada Rasulnya, tidak akan pernah bersatu dalam payung cintanya. Sejuk dan damai mereka dalam takaran terbatas, bukan universal. Mereka akan mencari idola-idola baru dengan membangun kecintaan baru yg disesuaikan dengan kebutuhan jasmaninya.

Oleh karenanya kita tidak perlu dalil untuk mencintai Nabi dalam bentuk apapun, karena ini kebutuhan mendasar dalam mewujudkan cinta kepada sesama manusia - bukan cinta mati kepada manusia biasa, tapi banner-nya dipuja seperti dewa.

Shollu 'alan nabii Muhammad.
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger