MENGAPA PENGANUT WAHHABI DAN SALAFI ADALAH TERORIS

Desa Cilembu ~ MENGAPA PENGANUT WAHHABI DAN SALAFI ADALAH TERORIS
Mengapa semua anggota jaringan teroris yang mengatasnamakan Islam, yang ditangkap di seluruh dunia adalah penganut Wahhabi atau Salafi?
Jawabannya sederhana: karena dalam inti ajarannya, mereka mengaku sebagai pemurni ajaran Islam, sehingga orang lain yang tidak sefaham dengan mereka dianggap kaum yang menyimpang dan tercemar.
Siapapun yang dianggap berbeda dengan pemahaman mereka atau yang dengan sengaja menentangnya, adalah kaum Syirik dan Ahli Bid'ah yang tidak dirahmati Allah.
Pada tahap berikutnya, anjuran kuat seperti inilah yang membuat mereka akhirnya menghalalkan darah orang lain: termasuk kepada para ulama yang dianggap berbeda haluan.

Sebagian kelompok Salafi ada juga yang menganjurkan sikap kooperatif terhadap pemerintah, mengharamkan unjuk rasa, termasuk juga tindakan makar lainnya. Mereka tak berpolitik. Tapi untuk urusan khilafiyah tafsir, mereka tak mengenal kompromi. Termasuk mengharamkan musik, ambiguitas konsep riba - bahkan belakangan juga mengharamkan "Zoom" karena berbayar melalui kartu kredit.
Tak ada toleransi dalam amaliyah agama membuat mereka cenderung intoleran, ofensif dan eksklusif.
Sikap-sikap seperti inilah yang membuat kaum Salafi juga banyak terseret ke dalam klaster komunal yang radikal, ekstrim dan teror. Saya tahu tulisan ini terasa tidak nyaman bagi sebagian orang, tapi fakta ini tetap harus diungkapkan. Wahhabi dan Salafi adalah pemegang ajaran yang "mengharamkan" akulturasi agama dengan budaya lokal, tapi menutup mata terhadap akulturasi Islam abad-abad awal dengan budaya Arab.

Satu hal juga yang harus disadari: Islam tidak hanya dirancang untuk orang Arab, tapi untuk seluruh alam semesta.
Diaspora agama lalu menciptakan khazanah keislaman yang kaya.

Banyak riset yang telah dilakukan di seluruh Indonesia, dan inilah faktanya.
Bahwa ajaran agama yang mengarah kepada eksklusivisme, menentang akulturasi dan mempertegas segregasi, adalah awal dari aksi-aksi intoleransi.

Dari sinilah titik awal radikalisme itu terjadi.
Baca juga:
  1. Darimana datangnya Radikalisme
  2. Singgasana sang PEMAKI
Silakan pegang keyakinan kita sebagai yang paling benar, tanpa harus menghakimi orang lain pasti salah - karena kebenaran sejati hanya Tuhan yang Maha Mengetahuinya.

#lawanintoleransi
☕cc.@islah_bahrawi
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger