Rizieq chat mesum Shihab Hanyalah Seorang PENGECUT

Desa Cilembu ~ Rizieq Shihab Hanyalah Seorang PENGECUT.

Rizieq Shihab Awalnya Seorang PENGECUT Walau TERIAK PENGGAL KEPALA PUN TETAP SAJA Aslinya Hanya SEORANG PENGECUT
Rizieq chat mesum Shihab layak ditangkap polisi atas cermahanya yang memgancam potong kepala.
Meski berdalih memperjuangkan keadilan seruan itu telah melanggar hukum.

Video cuplikan ancaman pentolan FPI yang bergelar habib dan dipuja sebagai imam besar itu diunggah Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie lewat akun Twitternya @JimlyAs.

Cuplikan video itu Rizieq mengatakan: "Kepada pemerintah, khususnya kepolisian, kita kasih tahu, kalau enggak mau terjadi peristiwa seperti di Prancis, penghina nabi dipenggal, tolong kalau ada laporan (terdahap) penista-penista agama, proses dong," kata Rizieq.

Kemudian Rizieq menambahkan "Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses! Kalau tidak diproses, jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalan".

Pernyataan Rizieq ini perlu dicegah dan diantisipasi aparat keamanan.
Perilaku loyal para pengikut bisa berujung pada tindakan anarkis. Itu sebabnya, Jimly yang mantan Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyarankan agar aparat segera bertindak.

"Ini contoh ceramah yang bersifat menantang berisi penuh kebencian dan permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak.
Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar," ujar Jimly melalui cuitannya, Rabu pagi ini.

Benarlah analisis Jimly, pernyataan Rizieq itu berbahaya.
Suatu provokasi yang bisa meluas dan melebar dan diterima secara mentah-mentah oleh para pengikut Rizieq.

Apalagi, FPI pernah mempunyai catatan tindakan kekerasan. Pernyataan Rizieq bisa dianggap pembenaran.

Seperti disampaikan Jimly, ceramah Rizieq bersifat menantang, berisi kebencian, dan permusuhan.
Jimly pun menyarankan agar aparat bertindak.

Aparat sebaiknya tidak perlu menunggu, adanya korban dengan kepala terpenggal seperti disampaikan Rizieq.

Simak dasar hukum mengenai ancaman kekerasan diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP.
Kemudian bisa juga dilihat Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Bisa juga untuk rujukan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ("UU ITE") sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ("UU 19/2016").
Reaksi:

Related Posts:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini.
Buka Komentar
© 2009 DESA CILEMBU - Proudly powered by Blogger